Persyaratan Dasar Terapi Wicara Untuk Anak-Anak

Orangtua yang waspada sebaiknya memantau seorang anak yang mengalami kegagapan terus-menerus untuk menilai situasi anak. Pilihan yang harus dipertimbangkan oleh orangtua yang bertanggung jawab adalah terapi wicara untuk anak-anak jika anak di atas usia lima tahun dan masih mengalami kegagapan yang terus-menerus.

Meskipun tidak dianggap sebagai disiplin inti dalam praktik medis, terapi wicara untuk anak-anak sebenarnya merupakan bidang pengobatan yang sangat bermanfaat untuk memperbaiki pola bicara seorang anak yang gagap.

Tujuan terapi wicara adalah untuk mengobati dan menyembuhkan gagap. Disiplin berada di bawah payung patologi wicara yang luas. Namun, terapi wicara tidak hanya ditujukan untuk mengajari seorang anak untuk berbicara dengan benar, tetapi untuk mengatur sejumlah cacat bicara dan memperbaiki pola bicara anak. Sebelum terapi, terapis pertama harus mengidentifikasi jika cacat bicara anak disebabkan oleh penyebab eksternal seperti kecelakaan, atau apakah itu cacat alami.

Apa pun penyebabnya, seorang terapis bahasa dan bahasa harus pertama-tama dan terutama menentukan keparahan kecacatan itu. Secara praktis, tingkat keparahan cacat secara langsung mempengaruhi gravitasi pengobatan yang diberikan, yaitu ada korelasi langsung. Perawatan biasanya moderat untuk sesuatu yang relatif sederhana seperti gagap, dan lebih intensif untuk masalah bicara yang lebih berat.

Meskipun disiplin membutuhkan waktu untuk dikuasai, ada spesialis selain patolog atau terapis untuk berbicara dan bahasa (SLP) yang terlatih dalam terapi wicara. Bahkan orang awam dapat mengelola terapi yang relevan selama ada panduan yang memadai dari SLP. Terapi dapat dilakukan secara efisien dan lancar selama orang tersebut mematuhi pelajaran dan latihan yang disusun oleh SLP untuk anak yang bersangkutan.

Berdasarkan alasan ini, orang tua anak berada dalam posisi yang baik untuk mengelola terapi wicara untuk anak-anak dengan bimbingan SLP. Namun, orang tua harus dididik pada cacat bicara yang lebih sering diidentifikasi sebelum mereka dapat menentukan terapi yang tepat.

Ada tiga cacat bicara utama pada anak-anak, yaitu cacat artikulasi, gangguan suara / resonansi, dan gangguan kelancaran. Cacat fitur fisik sekunder untuk berbicara (seperti pada bibir, pipi, rahang, gigi, lidah) menandai yang pertama, sementara cacat pada pita suara dan bagian-bagian serupa anatomi, yaitu fitur bicara fisik utama ciri yang kedua. Gagap adalah contoh kelainan kelancaran, yang bukan karena cacat fisik fitur bicara primer atau sekunder.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *